Harap Tunggu

Media - Media Detail

Pahami Peraturan Renovasi Rumah Cluster, Tak Bisa Sembarangan

20 September 2023 - Artikel

Pada dasarnya, merenovasi rumah adalah hal yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat. Sebagai pemilik rumah, mungkin Anda juga pernah memikirkannya. Namun, bagaimana dengan rumah cluster? Kira-kira, apa saja peraturan renovasi rumah cluster yang harus Anda penuhi sebelumnya? 

Sebagai informasi, rumah cluster memang memiliki peraturan yang sedikit berbeda dengan rumah lain. Terutama dengan rumah yang Anda bangun sendiri dengan desain yang juga Anda buat sendiri. Supaya lebih jelas, berikut adalah segala hal yang perlu Anda ketahui tentang rumah cluster dan peraturannya! 

 

Mengenal Rumah Cluster 

Pastinya, beberapa dari Anda masih ada yang belum tahu tentang apa yang dimaksud perumahan cluster. Menurut KBBI, cluster adalah kata lain dari gugus, yang merupakan beberapa hal atau benda yang berkumpul atau berkelompok menjadi satu.  Jadi, rumah cluster berarti gugusan rumah. 

Itu berarti, di dalam satu cluster, terdapat lebih dari satu rumah. Pada umumnya, jumlahnya ada puluhan unit. Secara konsep, rumah cluster memang tidak jauh berbeda dengan rumah residence. Kedua jenis perumahan tersebut memiliki desain yang sama antara satu rumah dengan rumah lainnya. 

Hanya saja, memang ada beberapa hal mencolok yang membedakan kedua jenis rumah komersil tersebut.  Lalu, apa perbedaan rumah cluster dan residence? Hal pertama yang akan Anda sadari adalah lokasinya. Residence biasanya berada di pinggir kota, sedangkan cluster berada di tengah kota. 

Karena itu, lokasi rumah cluster memang cenderung strategis. Biasanya, rumah tersebut dekat dengan berbagai fasilitas publik, seperti sekolah, kampus, rumah sakit, mall, perkantoran, dan lain-lain. 

 

Ciri-Ciri Rumah Cluster

Kemudian, selain lokasinya yang cenderung strategis, apa saja ciri-ciri rumah cluster yang lain? Supaya lebih jelas, berikut penjelasan lengkapnya! 

1. Memiliki Bentuk Fasad yang Seragam

Seperti apa yang sudah disinggung sebelumnya, rumah cluster memiliki bentuk dan desain yang seragam antara satu rumah dengan rumah lainnya. Hal ini yang menjadi alasan kenapa semua rumah yang ada di cluster yang sama pasti memiliki fasad yang identik.

Ada juga perbedaan rumah cluster dan rumah regency yakni meskipun berada di komplek atau gugusan yang sama, rumah regency biasanya memiliki desain dan bentuk yang tidak seragam. Semua penghuni komplek pun bebas menentukan desain bangunan sendiri sesuai preferensi masing-masing. 

Namun, hal itu tidak berlaku di rumah cluster. Sebab, semua rumah dalam suatu cluster pasti seragam dan sama sekali tidak memiliki perbedaan. Hal ini dilakukan agar komplek terlihat lebih rapi dan aesthetic

Menariknya, ada lebih dari satu komplek di dalam suatu cluster, dan beberapa komplek tersebut pasti menawarkan tipe rumah yang tidak sama. Sehingga, meski Anda tidak bisa menentukan desain sendiri, Anda bisa bebas menentukan tipe rumah yang paling sesuai dengan preferensi pribadi. 

 

2. Memiliki Keamanan yang Super Ketat

Selain keseragaman, rumah cluster juga memiliki keamanan yang super ketat jika dibandingkan dengan perumahan komersil jenis lainnya. Karena itu, di suatu cluster pasti hanya ada satu gerbang atau pintu masuk tunggal. Pada umumnya, gerbang tersebut akan dijaga oleh security professional

Selain security atau petugas keamanan, biasanya perumahan cluster juga dilengkapi oleh kamera keamanan atau CCTV. Sehingga, di setiap rumah tidak ada penghalang pagar sama sekali. 

Pada umumnya, di bagian depan rumah, hanya ada tempat parkir dan taman mini. Sehingga, estetika dan keseragaman rumah cluster akan tetap terjaga. 

 

3. Hanya Bisa Digunakan sebagai Hunian

Kemudian, ada perbedaan antara aturan rumah cluster dan aturan rumah komersil yang lain. Salah satu di antaranya adalah mengenai fungsi. Jika di suatu regency Anda bisa berjualan dan membuat toko rumahan, maka Anda tidak bisa melakukannya di cluster. 

Hal ini karena fungsi rumah cluster hanya sebagai rumah hunian saja dan tidak boleh digunakan untuk berbagai jenis keperluan lainnya. 

 

Peraturan Renovasi Rumah Cluster

Setelah mengetahui definisi, ciri-ciri, dan perbedaan cluster dan perumahan lain, Anda pun perlu tahu aturan tentang renovasi rumah cluster. Kira-kira, apakah Anda bisa mengubah desain, menambah ruang, mengurangi ruang, atau melakukan berbagai jenis renovasi lainnya? 

Sebenarnya, jika Anda ingin tahu apakah boleh renovasi rumah cluster atau tidak, maka jawabannya adalah tidak. Hal ini karena ciri utama rumah cluster, yaitu keseragaman. Sehingga, mengubah fasad suatu rumah cluster memang tidak diperbolehkan.

Selain itu, rumah cluster juga memiliki beberapa peraturan lain seperti :

  • Tidak boleh memiliki pagar. 
  • Ikut mengelola lingkungan dengan cara membayar iuran. 
  • Tidak berjualan di dalam cluster. 

Karena adanya peraturan tersebut, renovasi rumah cluster memang tidak diperbolehkan. 

 

Bagaimana Agar Bisa Tetap Melakukan Renovasi di Rumah Cluster? 

Hanya saja, jika Anda sangat ingin mengubah sebagian rumah dengan merenovasinya, maka masih ada cara yang bisa Anda ikuti. Berikut adalah beberapa aturan renovasi rumah cluster yang sangat penting untuk Anda ketahui! 

1. Meminta Izin kepada Pihak Pengembang

Hal pertama yang termasuk ke dalam tata tertib perumahan cluster, terutama saat Anda ingin melakukan renovasi adalah berkomunikasi dengan pihak pengembang. Anda perlu mendapatkan izin terlebih dahulu dari mereka sebelum bisa melakukan renovasi di rumah cluster Anda. 

Bahkan, hal itu harus Anda lakukan pada jangka waktu tertentu. Jika jangka waktu sudah habis, maka Anda tidak bisa melakukan renovasi sama sekali, terutama di bagian fasad rumah. 

 

2. Meminta Izin kepada Tetangga dan Warga Sekitar

Selain dari developer atau pihak pengembang, Anda pun perlu meminta izin pada tetangga dan warga sekitar. Hal ini karena, pada saat akan melakukan renovasi, pasti ada suara yang mengganggu. Jadi, ada kemungkinan jika tetangga dan warga sekitar merasa terganggu dengan aktivitas itu. 

Karena itu, meminta izin kepada mereka adalah hal yang tidak kalah penting. Sebab, bukan hanya Anda yang tinggal di cluster tersebut, namun juga ada orang lain. 

Pastinya, semua penghuni berhak mendapat ketenangan pada saat beristirahat di rumah. Jadi, meminta izin kepada tetangga dan warga sekitar adalah manner yang tidak boleh Anda lupakan sebelum Anda merenovasi rumah. 

 

3. Mengubah IMB (Jika Perlu) 

Kemudian, selain izin dari pihak pengembang, tetangga, dan warga sekitar, tidak jarang Anda juga perlu untuk mengubah IMB. IMB sendiri adalah singkatan dari Izin Mendirikan Bangunan, yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat. 

Pada umumnya, Anda perlu mengubah IMB pada saat akan menambah atau mengurangi luas dan merenovasi suatu bangunan. [3] Hanya saja, karena biasanya Anda tidak bisa mengubah terlalu banyak di rumah cluster, maka perizinan IMB pun jarang harus diubah. 

Namun, jika developer dan tetangga memberikan izin untuk melakukan renovasi mayor, maka Anda wajib mengurus IMB. Anda bisa langsung mengurusnya di kantor kecamatan secara offline. Lalu, Anda juga bisa mengurusnya secara online melalui situs website resmi pemerintah kota masing-masing. 

Apabila semua izin telah terbit, maka Anda bisa langsung melakukan renovasi di rumah cluster yang Anda miliki. Hanya saja, sebelum izin tersebut terbit, hindari untuk melakukan renovasi apapun, meski itu merupakan renovasi minor. 

Itulah beberapa peraturan renovasi rumah cluster yang harus Anda ketahui. Bagi Anda yang tertarik untuk tinggal di suatu cluster, Wiraland memiliki banyak penawaran terbaik. Hingga sekarang, sudah ada banyak perumahan cluster yang siap untuk Anda huni. Jadi, hubungi tim Wiraland sekarang juga!

 

Realated Media

Project Kami

Lihat Semua