Harap Tunggu

Media - Media Detail

5 Benda Yang Buat Dekorasi Rumah Berantakan

21 May 2019 - Artikel
5 Benda Yang Buat Dekorasi Rumah Berantakan

Developer Rumah MedanSaat berjalan ke sebuah ruangan di di dalam rumah, cobalah menyimak bagaimana perasaan Anda.

Apakah lingkungan Anda menginspirasi? Atau apakah Anda mengalami perasaan yang tidak cukup menyenangkan?

Jika perasaan yang ke dua benar, Anda bisa saja menyaksikan kembali dekorasi dan kekacauan di dalam ruang tersebut.

Pasalnya, hal ini dapat berdampak terhadap emosi Anda sehari-hari, menurut para ahli.

Berikut 5 benda yang bikin dekorasi rumah berantakan.

1. Barang-barang anak

Ini bukan hanya mainan yang berserakan di lantai. Namun, barang-barang selanjutnya dapat meliputi baju, aksesori, dan hasil karya anak.

“Kekacauan dari anak-anak mengakibatkan orangtua cemas gara-gara susah dibersihkan dan melacak ruang untuk menyimpannya,” ujar psikologis Susan Bartell.

Kekhawatiran selanjutnya berujung terhadap perasaan dapat hilangnya kontrol, yaitu perasaan orangtua dengan anak-anak saat hal-hal tidak berjalan semestinya.

Kotak-kotak mainan juga mengakibatkan orangtua mulai bahwa rumah tidak dapat dulu bersih, supaya tamu bisa saja menilai rumah berantakan.

“Orangtua juga mempertanyakan berapa uang yang dihabiskan kala menyaksikan banyaknya barang-barang anak yang tidak digunakan,” kata Bartell.

2. Barang warisan dan hadiah

Mungkin Anda miliki sejumlah barang yang diberikan oleh keluarga atau rekan terdekat.

Alih-alih mengayalkan mereka tiap-tiap kali menyaksikan barang tersebut, Anda justru lebih ingin menyingkirkannya.

“Kita menyimpan barang-barang warisan atau pertolongan kendati kami tidak senang atau manfaatkan gara-gara kami mulai bersalah terkecuali memberikannya kembali ke orang lain,” kata Bartell.

Barang-barang ini pasti memengaruhi mood gara-gara perlu menyimpannya dan memenuhi ruang yang sebetulnya dapat digunakan untuk menyimpan barang Anda suka.

3. Barang era kecil

Ketika masih kecil, anak-anak miliki barang kesayangan spesifik yang tidak dulu ketinggalan, seumpama boneka atau bantal.

Ada beberapa orang yang dengan kebiasaan ini yang berlanjut sampai dewasa.

“Menghadapi kenyataan bahwa barang bernilai era kecil tidak kembali ‘ajaib’, sering kadang memaksa kami untuk bertanya apa yang menjadi sumber kesenangan kami saat ini,” tutur penuli “Inside the Flame: The Joy of Treasuring What You Already Have” Christina Waters.

Perubahan selalu menimbulkan pertanyaan perihal siapa kami dan apa yang kami ingin di dalam hidup.

Untuk menemukan bahwa koleksi boneka yang dimiliki sejak kecil tidak kembali menarik, merupakan proses pendewasaan.

4. Koleksi

Beberapa koleksi lama beri tambahan beban kala Anda tidak kembali menyukainya. Ini justru hanya memenuhi ruang rumah Anda.

“Koleksi berhubungan dengan memori di kehidupan seseorang dan kesulitan untuk menghilangkan koleksi ini merupakan perasaan yang sering tidak disadari dapat menghilangkan memori tersebut,” kata psikiatris Gail Saltz.

5. Perlengkapan hobi yang tidak dipakai

Ada satu saat kala Anda sangat menyukai sebuah hobi, seumpama merajut. Anda pun mulai mengumpulkan peralatan rajut khususnya beraneka model jarum dan benang.

Bertahun-tahun kemudian, kala hobi selanjutnya hilang, barang-barang ini berikan perasaan tidak nyaman.

“Perlengkapan hobi yang telah tidak digunakan, menyumbang kekacauan di rumah Anda. Memang lebih ringan mengumpulkan material hobi daripada menyisihkan saat dan upaya untuk menyingkirkannya,” tutur blogger di balik Miss Minimalist Francine Jay.

Menurut dia, orang-orang yang seringkali mulai terkecuali miliki satu lemari benang rajut, dapat mengakibatkan mereka sebagai perajut.

Meskipun benang dan jarum ini tidak disentuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Menyimpan peralatan ini juga disebabkan gara-gara orang-orang mulai bersalah gara-gara telah menghabiskan banyak uang. 

Realated Media

Project Kami

Lihat Semua