Pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN) tentu menjadi sorotan utama dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ternyata Jakarta tetap jadi surga investor properti.
Padahal belakangan, banyak yang mempertanyakan nasib Jakarta setelah tidak lagi menjadi pusat pemerintahan. Akankah kota metropolitan ini kehilangan pesonanya sebagai pusat bisnis dan investasi? Namun, kenyataannya, Jakarta masih tetap menjadi magnet bagi para investor properti untuk melanjutkan investasinya.
“Sejauh ini kita lihat Jakarta masih jadi pusat ekonomi di Indonesia dan investor masih terkonsentrasi di Greater Jakarta atau Jabodetabek,” ungkap Yunus Karim, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia.
Sementara dari IKN, para investor properti masih menanti hasil dan progres nyata pasar properti di sana. Khususnya yang berhubungan dengan properti komersial, seperti hunian, hotel, ritel, dan perkantoran.
Meski begitu, perpindahan ibu kota ini telah memberi dampak nyata untuk IKN. Salah satunya terjadi permintaan atau demand atas pasar pergudangan di Balikpapan yang merupakan salah satu wilayah penyangga IKN.
Di sisi lain, Farazia Basarah, Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia menyebut bahwa para investor telah merencanakan membuka gudang dengan luas antara 5.000-10.000 meter persegi.
“Untuk di Kalimantan karena ada imbas IKN, kita melihat ada demand di Balikpapan. Sebenarnya agak cukup besar, mereka starting dari 5.000 square meter sampai 10.000 square meter.”
Yang mana investor tersebut merupakan investor dari sektor FMCG atau fast moving consumer goods. Ini adalah perusahaan produk konsumen yang pergerakannya cepat. Produk-produknya kerap konsumen beli dan konsumsi, seperti sabun, makanan dan minuman instan.
Di Balikpapan pun sudah ada 1-2 perusahaan serupa untuk memperoleh lahan peruntukan gudang mereka.
“Walaupun stoknya belum ada, tetapi kita akan beli tanah kosong untuk bangun pergudangan.”
Nasib Sektor Properti di Jakarta dan IKN
Ibu kota negara memang pindah ke IKN di KalTim, tetapi sektor properti di Jakarta atau Jabodetabek tetap akan bertahan stabil. Geliatnya masih positif dan belum tampak dampak dari keputusan ini di properti Jakarta.
Minat akan properti Jabodetabek tetap ada. Hal ini karena Jakarta tetap menjadi pusat bisnis dan komersial Indonesia.
“Karena dilihat juga dari visi pemerintahan yang tetap menjadikan Jakarta sebagai pusat bisnis dan komersial untuk Indonesia, dan pusat pemerintahan nanti berada di IKN Nusantara,” kata Yunus.
Ketika Jakarta tetap menjadi pusat bisnis dan komersial maka area sekitar seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor tetap akan menyediakan area juga hunian nyaman untuk para pekerja yang aktivitasnya berpusat di sana.
“Kita melihat properti di kawasan Jabodetabek akan tetap bertahan,” ucap Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia.
Sementara prospek properti di IKN belum dapat diproyeksikan secara tepat. Meski sudah tersedia captive market sendiri dari pemerintah.
Captive market ini dimulai dari kantor-kantor pemerintahan dan ada kemungkinan merambah ke kebutuhan keluarga dan fasilitas pelengkap, seperti hunian dan komersial lain. Namun, secara keseluruhan belum terproyeksikan. Hal ini karena berbagai faktor di IKN yang masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut.
“Ini lambat laun. Tergantung bagaimana cepatnya atau proses pemindahan IKN terjadi, sehingga captive market dari sisi komersial atau perkantoran sudah ada, mungkin juga akan ada turunan-turunan dari sektor tersebut,” tambah Vivin.
Alasan Mengapa Bisnis Properti Jakarta Tetap Stabil
Status pemindahan ibu kota negara ke IKN ternyata tidak memengaruhi bisnis properti di Jakarta secara signifikan. Hal ini karena sejumlah alasan.
1. Pusat Ekonomi Bisnis yang Tetap Kuat
Jakarta telah lama dikenal sebagai pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia. Meskipun statusnya sebagai ibu kota negara akan berpindah, peran Jakarta sebagai pusat bisnis tidak akan berubah dalam waktu dekat.
Sebagai kota terbesar di Indonesia, Jakarta adalah rumah bagi banyak perusahaan multinasional, institusi keuangan, dan pusat perdagangan. Aktivitas ekonomi yang padat ini menjadikan Jakarta tetap relevan dan menarik bagi para investor properti.
Berbagai perusahaan, baik lokal maupun internasional, masih menjadikan Jakarta sebagai basis operasional utama mereka. Dengan infrastruktur yang sudah mapan, aksesibilitas yang baik, dan jaringan bisnis yang kuat, Jakarta menawarkan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan bisnis.
Hal tersebut menciptakan permintaan yang stabil untuk ruang perkantoran, pusat komersial, dan hunian kelas atas, yang tentunya menarik bagi investor properti.
2. Pasar Properti yang Terdiversifikasi
Salah satu alasan utama mengapa Jakarta tetap menjadi surga bagi investor properti adalah diversifikasi pasar yang dimilikinya.
Pasar properti di Jakarta tidak hanya terbatas pada segmen tertentu, tetapi mencakup berbagai jenis properti. Mulai dari hunian mewah hingga apartemen menengah, pusat perbelanjaan, hingga ruang komersial dan perkantoran.
Segmen hunian menengah dan apartemen, misalnya, masih menjadi favorit bagi kelas menengah yang terus berkembang di Jakarta. Dengan populasi yang terus bertambah dan urbanisasi yang terus berlangsung, permintaan akan hunian yang terjangkau tetap tinggi.
Selain itu, segmen properti komersial juga menawarkan peluang besar, terutama dengan terus berkembangnya industri retail dan sektor jasa di kota ini.
3. Pusat Pendidikan dan Kesehatan yang Berkualitas
Jakarta juga dikenal sebagai pusat pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
Dengan banyaknya universitas ternama, sekolah internasional, dan fasilitas kesehatan berkualitas tinggi, kota ini terus menarik minat penduduk dari berbagai daerah untuk tinggal dan bekerja di sini. Hal ini menciptakan permintaan yang konsisten untuk properti hunian, terutama di sekitar kawasan pendidikan dan kesehatan.
Para investor properti dapat memanfaatkan situasi ini dengan mengembangkan properti di dekat institusi pendidikan atau rumah sakit besar. Properti-properti tersebut cenderung memiliki nilai sewa yang tinggi dan stabil, serta potensi kenaikan harga yang signifikan dari waktu ke waktu.
4. Aksesibilitas Tinggi
Bukan hanya itu, Jakarta memiliki aksesibilitas cukup tinggi. Pertama, ketersediaannya bandara internasional yang menghubungkan kota ini dengan berbagai kota, baik di dalam maupun luar negeri.
Kemudian pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama bagi barang-barang impor dan ekspor.
Akses keluar masuk Jakarta pun mudah, Anda bisa menggunakan berbagai pilihan transportasi. Mulai dari bus, kereta, dan lain-lain dengan infrastruktur yang memadai.
5. Potensi Pertumbuhan yang Besar
Meskipun ibu kota pindah, Jakarta masih memiliki potensi besar untuk mengalami reurbanisasi. Banyak kawasan di Jakarta yang masih bisa dikembangkan menjadi pusat bisnis dan permukiman baru. Contoh kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, seperti di Kemang, SCBD, dan Senopati yang menjadi pusat gaya hidup.
Jadi, meski status ibu kota negara akan berpindah ke Ibu Kota Nusantara, Jakarta tetap menjadi surga bagi investor properti. Peran Jakarta sebagai pusat ekonomi dan bisnis yang kuat, diversifikasi pasar properti, serta berbagai peluang di segmen komersial dan hunian menjadikan kota ini tetap menarik bagi investor.
Untuk Anda yang tertarik berinvestasi properti, siapkan strategi Anda dari sekarang. Kemudian cari developer properti andal untuk akomodasi investasi Anda. Anda bisa memilih Wiraland.
Wiraland merupakan developer rumah tapak yang sudah berpengalaman 30 tahun. Selain itu, Wiraland juga memiliki ketersediaan unit yang berpotensi bernilai tinggi di masa depan dengan lokasi strategis. Jadi, jangan lewatkan untuk mendapatkan properti impian di Wiraland.