Bagi sebagian orang, menjauh dari hiruk pikuk kota dan tinggal di kawasan pedesaan adalah sebuah impian untuk menghabiskan hari tua. Namun, bagaimana rasanya tinggal di daerah terpencil area hutan seperti Ibu Yoyoh? Bagaimana gambaran rumah Ibu Yoyoh dan caranya bertahan hidup di sana?
Tengok Rumah Ibu Yoyoh
Sosok wanita yang dikenal dengan nama Ibu Yoyoh belum lama ini mendadak viral. Pasalnya, ia memilih hidup jauh dari kota. Gemerlap ibu kota Jakarta, ia tinggalkan.
Bukan hanya berada di pedesaan, bahkan ia menjadi orang yang tinggal di hutan, tepatnya di kawasan hutan kaki Gunung Cakra yang terletak di Sumedang, Jawa Barat.
Tempat tinggal tersebut begitu terpencil, bahkan terkesan menyendiri. Ia tidak memiliki satu orang sekalipun tetangga. Di sisi belakang dan samping, tidak ada akses jalan. Sebab, hanya ada kawasan perbukitan yang menjadi batas dari rumah dekat hutan tersebut.
Hidup di kawasan terpencil seperti hutan memang tidak mudah untuk semua orang. Namun, Ibu Yoyoh membuktikan dirinya mampu bertahan meski terkendala dengan segala keterbatasan. Apalagi, ia tidak memiliki tetangga yang sebenarnya bisa membantunya jika dirinya membutuhkan sesuatu.
Konon, ia sudah tinggal kurang lebih 6 tahun lamanya. Mulanya, ia tinggal di daerah Genangan. Namun, kampung tersebut sudah berubah wujud menjadi Bendungan Jatigede.
Rumah di hutan tersebut ia beli dari seorang tentara Angkatan Laut (AL). Dirinya memang masih berada satu desa dengan beberapa saudaranya. Hanya, mereka berbeda dusun. Sementara, rumah yang ada di sekitarnya benar-benar tidak ada.
Kehidupan Ibu Yoyoh
Sebelumnya, ia sempat bermukim dan bekerja di Jakarta. Ia bekerja di sebuah stasiun televisi. Dirinya pun kemudian menikah dan memiliki keluarga.
Sejak 1994, dirinya sudah bekerja di stasiun televisi tersebut. Pekerjaan tersebut ia jalani dengan beberapa tugas, mulai dari engineering hingga bagian transmisi.
Namun, pada 2017, ia pensiun dari pekerjaan. Selepas dari stasiun televisi, ia sempat berjualan produk herbal dari Amerika Serikat. Dirinya kemudian memutuskan untuk bertani setelah tinggal di rumah kawasan hutan tersebut.
Ibu Yoyoh yang tinggal di hutan ini berkebun tanaman yang menjadi komoditi kawasan tersebut. Mulai dari cengkeh, kopi, hingga pohon kayu dan buah seperti durian atau manggis. Hanya, usahanya tersebut membuahkan hasil. Ia belum pernah panen.
Banyak kendala yang ia hadapi selama tinggal dalam hutan dan bercocok tanam. Seperti saat menanam kopi, tiba-tiba sekitar 1500 pohon karena kondisi cuaca yang kurang baik. Alhasil, hasil menanam yang ia tuai belum maksimal dan tidak seberapa.
Padahal, ia juga sudah belajar cara untuk berkebun tanaman dari pamannya. Ia juga mencoba memelihara kopi dan cengkeh pada lahan kosongnya. Tapi faktor seperti sinar matahari, membuat upayanya belum menghasilkan sesuatu yang besar.
Namun, semua kendala berhasil ia tangani dengan baik. Berkat kegigihannya, ia perlahan menjadi petani sukses. Ia bahkan mampu beberapa lahan tanah di sekitar rumahnya. Beberapa hektar tanah sudah menjadi miliknya.
Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Daerah Terpencil
Ada banyak alasan mengapa orang memilih untuk membeli atau menempati hunian di kawasan pedesaan. Salah satunya adalah mahalnya harga tempat tinggal di perkotaan.
Sementara, hunian di pedesaan terbilang lebih terjangkau. Kemudian, suasananya masih asri. Lalu, jauh dari kebisingan dan kemacetan kendaraan. Namun, bukan berarti semua orang dapat tinggal di kawasan seperti itu.
Apa saja kelebihan dan kekurangan hidup di tempat yang terpencil? Simak alasan-alasannya berikut.
Kelebihan
Inilah alasan mengapa Anda mempertimbangkan hidup di daerah pedesaan.
1. Harga Murah
Harga hunian di kota jauh lebih mahal. Sementara di pedesaan, lebih terjangkau. Sehingga, Anda bisa menghemat anggaran.
Sebagai gambaran perbandingan, jika Anda membangun sebuah kamar apartemen, maka Anda bisa membuat lebih dari 2 kamar tidur dengan anggaran yang sama di desa.
Kemudian, Anda juga bisa membayar harga tanah secara lebih murah.
2. Minim Persaingan
Anda juga kemungkinan tidak akan menemui perang harga dan tawar menawar. Sebab, banderol lahan di kawasan ini jauh lebih murah. Apalagi, pilihan lahan tersedia juga masih banyak.
3. Banyak Ruang untuk Tumbuh
Dengan lahan yang luas, Anda bisa melakukan banyak hal. Seperti bercocok tanam, memperluas bangunan, atau memelihara hewan selama tidak menyalahi aturan desa setempat.
4. Kehidupan Tenang
Ketika Anda ingin hidup dengan udara segar, alam indah dan ketenangan, maka kawasan perdesaan adalah pilihan tepat. Tempat ini menjadi pilihan ideal untuk Anda yang ingin menikmati masa tua secara santai. Apalagi, jika Anda ingin kembali hidup berdampingan dengan alam.
Kekurangan
Prospek hidup di desa memang cukup menyenangkan. Namun, Anda juga harus memperhatikan hal berikut ini.
1. Sarana Publik Terbatas
Kekurangannya adalah pelayanan publik terbilang minim dan terbatas. Anda harus pergi jauh ke pelayanan yang terletak di kota, mungkin akan jauh dari tempat tinggal Anda.
Maka, Anda wajib memiliki kendaraan pribadi untuk akses mobilitas ke mana saja. Sebab, Anda juga kemungkinan sulit untuk mengandalkan transportasi umum.
2. Utilitas Rumit
Anda tentu akan berpikir soal keberadaan listrik, air, gas atau kebutuhan lainnya. Di desa, air memang tersedia cukup banyak. Hanya faktor kebersihan dan kelayakannya masih menjadi tanda tanya, meski tidak semua berkualitas buruk. Ada juga daerah dengan suplai air baik.
Untuk pasokan listrik, Anda juga harus bersiaga dengan energi cadangan seperti tungku kayu bakar atau generator. Fungsinya adalah untuk berjaga ketika kehilangan daya listrik.
Lalu, jaringan internet pun harus Anda perhatikan. Tidak semua daerah terpencil sudah memiliki dan mendukung layanan ini.
3. Banyak Perawatan
Anda juga harus melakukan banyak perawatan dan menjaga hunian dari gangguan hama atau hewan yang berbahaya. Apalagi jika Anda hidup di sekitar sawah, atau bahkan hutan. Anda harus memastikan lingkungan sekitar Anda benar-benar bersih.
4. Peluang Kerja Minim
Faktor lainnya adalah seputar pekerjaan. Anda kemungkinan harus bersiap dengan minimnya lapangan pekerjaan ketimbang di kota. Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah ketika Anda memang ingin menghabiskan waktu pensiun Anda.
Beli Rumah Melalui Developer Terbaik
Penjelasan tentang rumah Ibu Yoyoh di atas tentu menjadi gambaran bagaimana jika Anda memilih menghuni di daerah desa bahkan terpencil. Mencari tempat tinggal adalah sesuatu yang tidak sederhana. Sebab, Anda butuh perjuangan agar mendapatkan tempat tinggal yang Anda idamkan.
Maka, carilah banyak informasi. Anda akan mendapatkan referensi hunian terbaik dengan lokasi yang ideal. Kemudian, temukan developer terbaik agar memastikan Anda tidak tertipu.
Cari tahu rekam jejak pengembang tersebut. Perusahaan yang baik tentu memiliki pengalaman kerja dan ulasan positif sehingga dapat meyakinkan Anda.
Nah, salah satu pengembang terbaik yang ada di kota Medan adalah Wiraland. Dengan mempercayakan pilihan hunian Anda kepada pengembang ini, Anda bisa mewujudkan impian memiliki tempat tinggal ideal yang aman dan nyaman seperti halnya rumah Ibu Yoyoh.
Klik tautan di sini untuk mendapatkan informasi seputar tempat tinggal paling cocok.